|
|
2010-03-14 08:16:05
Unsoednet, Sabtu, 13 Maret 2010 Keluarga Alumni Universutas Jenderal Soedirman (KAUNSOED) dan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNSOED mengadakan WORKSHOP TADABBUR AL-QUR’AN : “MERAIH MUTIARA-MUTIARA AL-QUR’AN”(Bersama Ustadz Bachtiar Nasir, Lc) acara dimulai pukul 08.00 bertempat di Gedung Roedhiro Fakultas Ekonomi UNSOED. Kegiatan ini merupakan program kerja Keluarga Almni UNSOED yang pertama kali.
Memfungsikan Al-Qur'an secara Maksimal
Banyak orang yang bisa membaca Al-Qur'an tapi tidak memberikan pengaruh apa-apa baginya. Padahal fungsi Al-Qur'an adalah sebagai kitab hidayah yang seharusnya membawa pengaruh positif untuk pribadi, keluarga dan masyarakat luas. Faktor utama yang menjadi penyebab terhalangnya manusia dari keberkahan Al-Qur'an adalah karena lemahnya tadabbur terhadap ayat-ayat yang dibaca. Bacaan hanya sebatas lisan tidak melibatkan akal dan perasaan. Kata Ir. Nurul Hidayat, M.Kom, Ketua Panitia WORKSHOP TADABBUR AL-QUR’AN. Jumlah Peserta sekitar 300 orang dari Kalangan Mahasiswa, Dosen, Karyawan dan Masyarakat di Kota Purwokerto.
Perlu Sosialisasi
Acara juga berlangsung meriah dan kegiatan ini merupakan program kerja pertama KAUNSOED. Target yang diharapkan Workshop Tadabbur Al-Qur'an adalah untuk megenalkan masyarakat pada Al-Qur'an umumnya dan pada civitas akademika Unsoed khususnya dan agar peserta dapat MENTERAPI diri atau orang lain dengan ayat-ayat Al-Qur'an untuk membentuk pribadi mukmin dan meraih sukses, kebahagiaan dan kemenangan di dunia dan akhirat, kata Ir. H. Haiban Hadjid(Alumni Faperta Unsoed), Ketua Keluarga Besar Alumni UNSOED (KAUNSOED). Pemahaman Tadabbur Al-Qur'an Di Sesi Pertama Ustadz Bachtiar Nasir, LC dalam workshopnya memberikan Tip Kunci sukses belajar qur'an jangan pernah berkata “Susah” atau “berat” sebelum mempelajari Al Qur'an, sucikan Allah lalu berdo'alah “Ya Rabb tambahkanlah ilmuku”. Dalam sesi ini beliau juga ingin merubah mindset orang Islam dalam menjadikan kitab Suci Al Qur'an sebagai Pedoman Hidup. Tadabbur adalah perenungan yang menyeluruh untuknmengetahui maksud dan makna dari suatu ungkapan secara mendalam, kata Ustadz Bachtiar Nasir, LC yang berprofesi sebagai Guru Ngaji di Jakarta. . Dalil-dalil tentang Tadabbur Qur’an berada di QS. Shaad (38) : 29, QS. An-Nisa (4) : 82; QS. Muhammad (47) : 24, dengan pendekatan tadabbur, Alqur'an sebagai operating system di install di dalam mindset, attitude dan behavior (Cara Pandang, Sikap Mental dan Perilaku). Kata Beliau “berinteraksilah dengan Alqur'an lewat cara yang paling disukai Alqur'an, yaitu dengan pendekatan Tadabbur Qur'an. Di Sesi Kedua Ustadz Bachtiar Nasir, Lc menginstal Al Qur’an kepada peserta Workshop Tadabbur Qur'an, Ada 5 Syarat Al Qur’an bisa terinstall di dalam Hardware Manusia, Syarat tersebut tertuang dalam QS. Al-Baqarah (2) : 3-4, Syarat pertama orang yang yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki, dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Dalam diskusi salah satu peserta Agus, mahasiswa UNSOED mengatakan perlu sosialisasi terus menerus untuk pengenalan Al-Qur'an dengan metoda tadabbur, terutama, di dunia pendidikan. Condro mahasiswa Teknik Informatika MIPA FST UNSOED menilai, penggunaan METODA tadabbur memberikan kemudahan dalam memahami dan mempelajari serta mengamalkan ayat-ayat Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Diakhir acara dibentuk sebuah Komunitas Ar-Rahman Purwokerto.[BPi] Materi silahkan di download sifatnya copyleft Materi 1, Materi 2,Materi 3,Materi 4 2010-03-10 14:27:19
UnsoedBlog, Setelah mempunyai jurnal online http://www.animalproduction.org ini merupakan satu-satunya Jurnal online di UNSOED yang sedang dikembangkan dengan hibah dari DIKTI. Pertama kali jurnal online dikembangkan oleh Nurul Hidayat, M.Kom kemudian dilanjutkan Training tahap ke - 2 Pembuatan Jurnal Online di Fakultas Peternakan UNSOED selama 3 hari mulai 9 - 11 Maret 2010 disampaikan oleh Andry Yudianto, S.Sos Trainer dari Perpustakaan UNAIR.
Contoh Jurnal di Indonesia yang memakai Software OJS yang bersifat FOSS, yaitu http://aseanjche.ugm.ac.id, http://juti.its.ac.id 2010-03-04 08:45:14
UnsoedBlog, Rabu 3 Maret 2010 Diadakan Diskusi Panel : "Penguatan Sektor Riil Menghadapi Perdagangan Bebas Cina dan ASEAN berlangsung di Gedung Roedhiro FE UNSOED, di hadiri 2 bupati banyumas dan Bupati Banjarnegara, 2 Wakil dari kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Cilacap.
Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, yang disebut dengan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Perjanjian ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2002. Pertanyaannya, apakah kebijakan pasar bebas ini akan membawa perubahan nasib rakyat negeri ini yang masih dihimpit dengan kemiskinan? Pro-Kontra Pasar Bebas ASEAN-Cina Pihak yang pro menyatakan ACFTA tidak hanya berarti ancaman serbuan produk-produk Cina ke Idonesia, tetapi juga peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Cina dan negara-negara ASEAN. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan bahwa free trade agreement (FTA) memberikan banyak manfaat bagi ekspor dan penanaman modal di Indonesia (Kompas, 5/1/2010). Kekhawatiran akan dampak negatif perdagangan bebas ASEAN-Cina juga ditepis Pemerintah melalui Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu. Menurut Abimanyu, proporsi perdagangan antara Indonesia, ASEAN dan Cina hanya 20% saja. Sebaliknya, Ernovian G Ismy, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyatakan kekhawatirannya atas pemberlakukan perdagangan bebas ASEAN-Cina, di antaranya terjadinya perubahan pola usaha yang ada dari pengusaha menjadi pedagang. Intinya, jika berdagang lebih menguntungkan karena faktor harga barang-barang impor yang lebih murah, akan banyak industri nasional dan lokal yang gulung tikar hingga akhirnya berpindah menjadi pedagang saja (Republika, 4/1/2010). Ernovian mencontohkan, jumlah industri tekstil dari kelas industri kecil hingga besar bisa mencapai 2.000. Jika setiap industri tekstil mampu menyerap 12-50 orang tenaga kerja, maka bisa dibayangkan kehancuran industri karena akan banyak pengusaha yang beralih dari produsen tekstil menjadi pedagang. Hal ini sekaligus berdampak pada berkurangnya penyerapan tenaga kerja. Mantan Dirjen Bea Cukai, Anwar Surijadi, juga mempertanyakan manfaat pemberlakukan perdagangan bebas ini bagi masyarakat (Republika, 4/1/2010). Hal yang sangat dikhawatirkan mengenai dominasi Cina terhadap Indonesia juga disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Menurut Hidayat, dalam kerangka ACFTA yang berlatar belakang semangat bisnis, Cina bisa berbuat apa pun untuk mempengaruhi Indonesia mengingat kekuatan ekonominya jauh di atas Indonesia (Bisnis Indonesia, 9/1/2010). Pelaku pasar di sektor usaha kecil memahami dan merasakan betul risiko dan dampak dari perdagangan bebas ini. Sekitar 1.000 orang pelaku usaha kecil dan menengah yang tergabung dalam komunitas UMKM DI Yogyakarta mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, Senin (11/1/2010). Mereka mendesak DPRD, DPR dan pemerintah pusat melindungi produk-produk UMKM yang terancam produk-produk Cina seperti batik, tekstil, kerajinan, jamu dan lainnya. Para petani di bagian Indonesia timur juga mengeluh dan mengkawatirkan dampak matinya produk beras mereka. (Antara, 11/1/2010). Masih banyak lagi kenyataan yang menunjukkan bahwa perdagangan bebas secara liar justru akan menjerumuskan rakyat ke dalam jurang kemiskinan dan menjadikan rakyat hanya sebatas konsumen, jongos bahkan lebih buruk dari itu.‘Bunuh Diri Ekonomi’ Sebelum adanya perjanjian perdagangan bebas dengan Cina saja, kita sudah mendapatkan hampir segala lini produk yang dipergunakan di rumah dan perkantoran bertuliskan Made in China. Bahkan tidak sedikit produk dari negara maju yang masuk ke Indonesia pun mengikutsertakan produk Cina sebagai perlengkapannya. Seorang ekonom yang juga pejabat menteri ekonomi di Kabinet Pemerintahan sekarang mengomentari bahwa dengan dimulainya perdagangan bebas Indonesia-Cina, serbuan produk Cina ke Indonesia akan “seperti air bah”. Karena itu, pemberlakuan pasar bebas ASEAN-Cina sudah pasti menimbulkan dampak sangat negatif. Pertama: serbuan produk asing terutama dari Cina dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun 2009 saja Indonesia telah mengalami proses deindustrialisasi (penurunan industri). Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, peran industri pengolahan mengalami penurunan dari 28,1% pada 2004 menjadi 27,9% pada 2008. Diproyeksikan 5 tahun ke depan penanaman modal di sektor industri pengolahan mengalami penurunan US$ 5 miliar yang sebagian besar dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis IKM (industri kecil menegah). Jumlah IKM yang terdaftar pada Kementrian Perindustrian tahun 2008 mencapai 16.806 dengan skala modal Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar. Dari jumlah tersebut, 85% di antaranya akan mengalami kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan produk dari Cina (Bisnis Indonesia, 9/1/2010). Kedua: pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja. Sebagai contoh, harga tekstil dan produk tekstik (TPT) Cina lebih murah antara 15% hingga 25%. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat Usman, selisih 5% saja sudah membuat industri lokal kelabakan, apalagi perbedaannya besar (Bisnis Indonesia, 9/1/2010). Hal yang sangat memungkinkan bagi pengusaha lokal untuk bertahan hidup adalah bersikap pragmatis, yakni dengan banting setir dari produsen tekstil menjadi importir tekstil Cina atau setidaknya pedagang tekstil. Sederhananya, "Buat apa memproduksi tekstil bila kalah bersaing? Lebih baik impor saja, murah dan tidak perlu repot-repot jika diproduksi sendiri." Gejala inilah yang mulai tampak sejak awal tahun 2010. Misal, para pedagang jamu sangat senang dengan membanjirnya produk jamu Cina secara legal yang harganya murah dan dianggap lebih manjur dibandingkan dengan jamu lokal. Akibatnya, produsen jamu lokal terancam gulung tikar. Ketiga: karakter perekomian dalam negeri akan semakin tidak mandiri dan lemah. Segalanya bergantung pada asing. Bahkan produk "tetek bengek" seperti jarum saja harus diimpor. Jika banyak sektor ekonomi bergantung pada impor, sedangkan sektor-sektor vital ekonomi dalam negeri juga sudah dirambah dan dikuasai asing, maka apalagi yang bisa diharapkan dari kekuatan ekonomi Indonesia? Keempat: jika di dalam negeri saja kalah bersaing, bagaimana mungkin produk-produk Indonesia memiliki kemampuan hebat bersaing di pasar ASEAN dan Cina? Data menunjukkan bahwa tren pertumbuhan ekspor non-migas Indonesia ke Cina sejak 2004 hingga 2008 hanya 24,95%, sedangkan tren pertumbuhan ekspor Cina ke Indonesia mencapai 35,09%. Kalaupun ekspor Indonesia bisa digenjot, yang sangat mungkin berkembang adalah ekspor bahan mentah, bukannya hasil olahan yang memiliki nilai tambah seperti ekspor hasil industri. Pola ini malah sangat digemari oleh Cina yang memang sedang "haus" bahan mentah dan sumber energi untuk menggerakkan ekonominya. Kelima: peranan produksi terutama sektor industri manufaktur dan IKM dalam pasar nasional akan terpangkas dan digantikan impor. Dampaknya, ketersediaan lapangan kerja semakin menurun. Padahal setiap tahun angkatan kerja baru bertambah lebih dari 2 juta orang, sementara pada periode Agustus 2009 saja jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,96 juta orang. Walhasil, perdagangan bebas yang dijalani Pemerintah hakikatnya adalah ‘bunuh diri’ secara ekonomi. (Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2010/01/12/acfta-pasar-bebas-2010-bunuh-diri-ekonomi-indonesia ) 2010-02-21 13:09:16
UB-Sabtu 20 Februari 2010 Salah satu DPL Unsoed mengunjungi Lokasi KKN POSDAYA di Desa Gombong Kec. Belik Kab. Pemalang. Desa Gombong namanya yang merupakan daerah di lereng Gunung Slamet, desa ini sangat subur sekali dan panorama alamnya sungguh menawan. Mbak Bronto ini yang memanej alias Lurah dari desa gombong, beliau mempunyai impian Bukit di sebelah selatannya menjadi sebuah wisata alam yang akan diusulkan ke pemerintah pusat maupun daerah. ![]() 2010-02-17 20:15:37
Puji Syukur ke hadirat Allah SWT, acara Sarasehan dan Pelantikan PP KAUNSOED periode 2010 - 2014 di Gedung Rhoediro Unsoed Purwokerto telah berlangsung dengan baik dan lancar, dihadiri sekitar 300 peserta dari Purwokerto, Jakarta, Surabaya, Semarang, Batang, Bandung dll.
Figur-figur Pengurus yang sebagian besar generasi muda diharapkan mampu menjadikan KAUNSOED berperan lebih aktif dan dinamis bagi kemajuan Unsoed dan segenap civitas akademikanya.
Acara Saresehan yang dibawakan oleh Dr. Bambang Gunawan, Drs. Subyakto Tjakrawerdaya dan Wisnu Suhardono SE dimoderatori oleh Prof.Edy Yuwono berlangsung dengan menarik dan memberikan banyak Inspirasi dan motivasi bagi Alumni dalam mendukung Visi Unsoed yang dicanangkan sebagai World Class Civic University, yang akan berfokus pada pengembangan & pemberdayaan masyarakat pedesaan dan penggalian kearifan budaya lokal.
Program-program KAUNSOED ke depan akan lebih di arahkan pada bidang-bidang Pertanian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat pedesaan, dan penciptaan Green Campus, tentu bukan karena Ketua Umumnya dari Fakultas Pertanian. Sesuai yang disampaikan oleh Prof. Ruby sebagai Ketua Umum lama, bahwa pendirian Unsoed pada awalnya memang ditujukan untuk mengembangkan potensi Pertanian di wilayah Banyumas dan Jawa Tengah. Pemberdayaan masyarakat pedesaan tentu saja bukan hanya semata-mata menyangkut masalah pertanian, namun tentu akan berhubungan langsung dengan aspek Ekonomi, Teknology, Hukum , Sosial Budaya dll.
Dokumentasi Pelantikan PP KAUNSOED
Langkah menuju Green Campus sudah dimulai oleh Prof. Ruby dengan ditanamnya 30 pohon jati yang pada acara " Adopsi Pohon Jati " kemarin diluar dugaan berhasil menggalang dana alumni sebesar 39 Juta, ke depan gerakan penghijauan kampus akan lebih digalakkan lagi seiring dengan makin gencarnya gerakan Green World di seluruh dunia. Kalaupun Unsoed tidak bisa masuk dalam jajaran 500 perguruan tinggi ternama di dunia, paling tidak Unsoed akan dikenal sebagai salah satu Universitas yang paling aktif dalam program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan website alumni Unsoed : http://alumni. unsoed.net dan dibentuknya Koperasi Alumni Unsoed yang diharapkan nantinya akan memayungi Kegiatan Alumni yang bersifat Ekonomi & Bisnis.
Dalam waktu dekat pengurus berupaya mengaktifkan seluruh alumni yang ada di seluruh Indonesia dengan membentuk cabang-cabang, diharapkan Cabang Tegal,Pekalongan, Batang segera terbentuk, menyusul kemudian wilayah Bandung, Sukabumi Cirebon, kemudian Jogya + Solo dan sekitarnya, serta akan melakukan komunikasi intensif dengan para ketua alumni masing-masing fakultas.
Tentu saja kepengurusan yang baru ini masih banyak kekurangannya, sehingga kami akan sangat senang apabila ada alumni yang peduli dengan memberikan masukan yang positif dan kritik membangun bagi kemajuan organisasi.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga kita semua mampu memberikan sesuatu yang berarti bagi kemajuan Unsoed dan juga masyarakat pada umumnya.
Erie Sasmito, 1678/Pt
PP KAUNSOED
Sekretaris Umum
2010-02-13 03:38:45
UnsoedBlog, Menjelang Pelantikan Pengurus Pusat Keluarga Alumni UNSOED (PP KAUNSOED) dan Saresehan di Gedung Roedhiro FE UNSOED, BEM UNSOED mengajak dialog dengan Pengurus Pusat KAUNSOED, pertemuan diadakan di RM. Sawoeng Mas (Milik Alumni Fak. Hukum, Mr. Agus), Pertemuan di hadiri Ketua Umum KAUNSOED (Ir. Haiban Nadjid), Calon Rektor UNSOED (Prof. Edy Yuwono), Budi Rustomo, Ph.D, Maruto, SE, MSi, Imam Widhiono, Ph.D, Nurul Hidayat, M.Kom, Zaenal "terroris" Abidin serta Ketua BEM UNSOED dan pengurusnya.
Dialog dibuka oleh Ketua Umum Alumni, menjelaskan seputar pelaksanaan acara yang akan diselenggarakan 13 Februari 2010 yang bertujuan mengadakan Pengurus Pusat Keluarga Alumni UNSOED (PP KAUNSOED) dan Saresehan, setelah hampir 32 tahun alumni unsoed mati suri kata Prof. Edy Yuwono, saat inilah unsoed akan bangkit membawa UNSOED menuju yang lebih maju. Dalam acara saresehan mengambil tema : KONTRIBUSI ALUMNI DALAM PENGEMBANGAN PEDESAAN BERKELANJUTAN DAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MENUJU UNSOED MENJADI “WORLD CLASS CIVIC UNIVERSITY” Dalam dialog BEM menyinggung bahwa UNSOED masih memungut biaya BPOP/POM yang memberatkan mahasiswa dan menanyakan transparansinya, kurangnya komunikasi antara pejabat pelaku sistem yang menjalankan UNSOED dengan mahasiswa membuat kebijakan-kebijakan yang dibuat membuat posisi mahasiswa kadang kurang diakomodasi.
Di akhir pertemuan diharapkan silaturahim ini akan menjadikan UNSOED menjadi sebuah PT yang mempunyai citra yang baik.
2010-02-08 08:46:09
UNSOED Blog - Pengurus Pusat KAUNSOED terpilih akan mengadakan pelantikan PP KAUNSOED dan sarasehan pada tanggal 13 Februari 2010 di Gedung Roedhiro Fak. Ekonomi UNSOED, Sarasehan menghadirkan Pembicara Gubernur Jawa Tengah (Bibit Waluyo), Dr Ir Kuntoro Mangkusubroto, Drs Subiyakto Cakra Werdaya (Mantan Menteri Koperasi), Prof. Edy Yuwono (Rektor UNSOED Periode 2010 - 2014) dan Pelantikan Pengurus Pusat Keluarga Alumni UNSOED akan di lantik langsung Oleh Rektor UNSOED. Acara ini mengundang seluruh alumni unsoed dan bersifat GRATIS. (NH)
2010-02-07 15:56:08
UNSOED Blog, Minggu, 7 Februari 2010 BEM Jur. MIPA FST UNSOED mengadakan Olimpiade MAFIKI se-BARLINGMASCAKEB Dibuka oleh Ketua jurusan MIPA FST UNSOED, peserta Olimpiade 200 siswa-siswi SMA. Di tengah olimpiade diadakan seminar e-learning yang disampaikan oleh Nurul Hidayat, M.Kom.
2010-01-27 01:48:20
Blog Unsoed – Pengurus Pusat Keluarga Alumni Unsoed (KAUNSOED) masa bakti 2009 – 2013 akan dilantik pada Sabtu 13 Februari 2010, yang sekaligus berbarengan dengan sarasehan alumni Universitas negeri di kota keripik Purwokerto, Kabupaten Banyumas itu.
Acara akan mengambil tempat di gedung Roedhiro, kompleks Fakultas Ekonomi, Kampus Grendeng Purwokerto, dengan mengundang pembicara dalam sarasehan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Prof. Dr. Kuntoro Mangkusubroto; Drs. Subiakto Tjakrawerdaya dan Prof. Edy Yuwono, Ph.D.
Sarasehan mengambil tema “Kontribusi Alumni dalam Pengembangan Pedesaan Berkelanjutan dan Kearifan Lokal untuk Menuju UNSOED Menjadi World Class Civic University”.
Alumni yang berminat menghadiri sarasehan dan pelantikan, dapat mengkonfirmasi kehadirannya kepada Yulie, Telp. (021) 9229 4514 – HP : 0813 851 25028; Wawang HP. 081 127 8181. Sumber : BanyumasNews.com 2010-01-24 11:41:07
Blog Unsoed, Ahad, 24 Januari 2010 di Taman Legok Asri Temu Alumni UNSOED Jawa Timur yang pertama diadakan, dengan Komandan Bapak Wendi Utoyo Alumni Peternakan 1981 yang juga Pengusaha Fiber Glass dan Kuliner. Acara di mulai dengan sambutan Ketua Alumni Unsoed Jawa Timur, sambutan Ketua Alumni Unsoed Pusat Ir. Haiban Nadjid, sambutan Rektor UNSOED (Di Wakili Prof. Edy Yuwono, PhD) di tambah materi Enterpreneurship yang di sampaikan oleh Bpak Untung (Fabio) dan Pak Ir. Haiban Hadjid.
Ada Pemikiran dari beberapa sambutan Alumni Jawa Timur perlu di bangun Science Park Alumni Unsoed Jawa Timur di pusatkan di Legok Asri dan Pusat Enterpreneurship. NH 2010-01-21 13:02:20
Blog UnsoedNet - Kamis, 21 Januari 2010 di Gedung Rektorat Lt. III telah di adakan Diskusi Kebijakan "Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR)" Nara Sumber : Prof. Dr. Ir. Sudjarwo, Prof. Dr. Haryono Suyono (Ketua Yayasan Damandiri) dan Ir. H. Sidik Darusulistiyo MBA GM. PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap.
Sambutan tunggal dari Ketua LPM UNSOED Ir. Sukardi, MS mengatakan bahwa Unsoed sebagai pencetus KKN Posdaya di Indonesia. Makalah bisa di download Makalah 1, Makalah 2 dan Makalah 3![]() ![]() |
|
|
|


